Teknik Perantingan Pada Bonsai Adenium

Share:
Banyak trik untuk membuat Bonsai Adenium menjadi indah ,bertambah nilai seni dan eksotisnya, selain dengan cara membonsai dan membentuk akar, yaitu dengan cara perantingan adenium, berikut cara yang bisa kita gunakan untuk teknik perantingan adenium;

Bahan dan Peralatan

“Untuk melakukan metode perantingan, umumnya disiapkan beberapa peralatan dan bahan yang biasa digunakan dalam teknik atau proses penyambungan. Sebab, umumnya hal itu meliputi banyak kegiatan, tak terkecuali proses stek atau yang biasa disebut sebagai bagian mahkota,” ujar Tokyo.Peralatan pertama adalah alat pemotong. Biasanya peralatan yang digunakan bisa bermacam-macam, mulai dari pisau, gunting sampai tang. Pisau dan gunting biasanya digunakan untuk memotong bagian daun dan batang yang tak diperlukan. Selain itu, alat ini juga berguna untuk memotong akar yang tak diperlukan. 

Selain itu, juga sediakan tang untuk memotong kawat alumunium.Peralatan yang kedaua adalah pengikat dan pembentuk. Biasanya, alat yang digunakan ada dua macam, yaitu kantong plastik dan kawat. Kantong plastik berfungsi mengikat sambungan yang sudah dibentuk. Setelah itu ada juga kawat yang fungsinya sebagai pembentuk ranting (hampir mirip dengan teknik yang ada di bonsai), agar bisa diatur sesuai dengan keinginan.Sebagai catatan, kawat yang umumnya digunakan berbahan dasar alumunium. Proses pengawatan yang biasanya berlangsung lama, membuat bahan ini tak pernah bermasalah dengan karat (sebagaimana yang sering terjadi di kawat besi). Bahan selanjutnya adalah media tanam.

Umumnya, setiap orang memiliki rumus dan patokan sendiri mengenai media tanam.Namun sebagaimana bahan yang sering digunakan, pupuk kandang, pasir malang, dan sekam adalah standar yang sering digunakan. Dengan komposisi tertentu dan pasir malang disesuaikan dengan kebutuhan (umumnya digunakan hanya bagian atas, sebagai pemberat, sehingga media tanam tak tumpah pada saat proses penyiraman).Terakhir adalah media pendukung yang lain, seperti kuas, meja berputar, dan pot. Kuas akan berguna untuk membersihkan bonggol ketika proses pengangkatan pertama kali. Meja berputar akan sangat membantu Anda pada saat proses periasan (penyambungan dan pemotongan batang). Dan, pot yang bagus akan lebih meingkatkan tampilan adenium Anda sesuai dengan keinginan.Setelah beberapa bahan tersebut terkumpul, barulah proses dapat dilakukan. Untuk lebih mantapnya, bahan adenium yang siap diranting sebaiknya sudah berusia lebih dari 1,5 tahun. Selain bonggol yang sudah mulai terlihat, beberapa bagian tanaman memiliki pertumbuhan yang mulai stabil alias tak mudah rusak.

Proses Perantingan

  1. Repotting. Biasanya proses ini dilakukan ketika akan memindah media pot dari poliback ke pot yang ditentukan. Proses ini dilakukan dengan mengeluarkan adenium dan membersihkan bonggol yang sudah terlihat dengan menggunakan kuas. Setelah itu, barulah tanaman siap dimasukkan ke dalam pot. Usahakan jangan memotong bagian akar sekecil apapun pada tahap ini, terutama pada bagian bawah. Sebab, luka sekecil apapun bisa berakibat busuk akar.
  2. Potong sebagian batang yang memanjang jadi beberapa centimeter (+10 cm). Namun hal ini tidak baku, karena jika Anda ingin berkreasi, batang pun bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan.
  3. Pemberian shock atau penyambungan batang. Biasanya dalam tahap ini dilakukan dengan teknik sambung. Untuk lebih kuatnya, biasanya digunakan teknik sambung V, karena teknik ini relatif lebih kuat dan kualitas kebusukan yang minim.
  4. Setelah disambung dengan bagian shock, barulah teknik pengawatan ini dilakukan. Shock yang digunakan sebaiknya berukuran lebih panjang, karena ini akan berguna pada saat teknik pengkawatan (ranting yang muncul bisa dibentuk sesuai dengan imajinasi).
  5. Teknik pengkawatan dilakukan dengan cara memutarkan kawat searah jarum jam ke bagian bonggol sampai atas. Biasanya, dalam tahap ini juga dilakukan proses pembentukan, sehingga ranting yang tumbuh terlihat berkeloak-kelok secara alami.
  6. Baru setelah teknik ini dilakukan, pemotongan akar yang tak perlu bisa dilakukan. Selain mengurangi keindahan bonggolnya, akar liar akan menghambat pertumbuhan adenium, sehingga dia tidak tumbuh dengan maksimal.
  7. Setelah itu, adenium sudah siap dinikmati. Dengan membersihkan beberapa bagian dari sampah proses ini, tak ayal koleksi Anda yang satu ini siap jadi daya tarik setiap orang.