Cara Pembuatan Bonsai Santigi

Salah satu kelebihan Bonsai Santigi adalah tanaman Bonsai Santigi sangat mudah untuk dibentuk. Jadi jika Anda ingin membuat bonsai santigi, prosesnya tentu sangat mudah;

1. Bakalan Bonsai

Seperti pada proses pembuatan bonsai jenis lainnya, tahap pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari bakalan atau bonggol santigi.

Bakalan bonsai bisa kita dapatkan dengan cara mencari sendiri; melalang buana; mendaki gunung lewati lembah; seperti Ninja Hatori.

Atau jika tidak ingin ribet alias repot, maka kami akan beri tips mudah untuk mendapatkan bakalan santigi.


Yaitu, siapkan beberapa lembar rupiah, ambil dan hidupkan kendaraan Anda lalu datangi penjual-penjual tanam hias yang ada di kota Anda.

Disana tinggal pilih mana bakalan santigi yang cocok menurut hati dan dompet Anda. Sangat mudah bukan?

2. Media tanam


Pada tahapan kedua ini Anda perlu menyiapkan media tanam. Seperti pot yang ukurannya disesuaikan dengan bentuk bakalan santigi, biasanya ukuran pot adalah 40-50 cm.

Kemudian setelah pot, siapkan juga tanah (cari yang berstektur agak padat) yang ada campurannya dengan humuz, pupuk kAndang, bisa juga Anda tambahkan kerikil-kerikil.

3. Pembentukan dan Proses Desain Bonsai


Selanjutnya siapkan peralatan “wajib” untuk pembentukan bonsai santigi Anda, yaitu berupa kawat stanlees yang berdiameter kurang lebih 3 mm.

Bagi Anda yang belum tau kegunaan kawat tersebut, kami akan berikan penjelasan secara singkat.

Kawat tersebut berfungsi untuk mempermudah proses pembentukan bonsai, caranya dengan melilitkan kawat pada batang, dahan atau cabang pohon.

Kemudian didesain sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah kawat tersedia, terakhir siapkan juga gunting pangkas tanaman.

4. Teknik Mendesain dan Pembentukan Bonsai


Proses desain dan pembentukan karakter bonsai dapat Anda lakukan ketika tanaman masih berumur muda.

Caranya adalah pasangkan salah satu kawat di bawah bakalan atau bisa juga Anda lilitkan kawat penyangga pada batang santigi jika batang santigi telah tumbuh kuat.

Kemudian Anda lilitkan ujung kawat yang lain di dahan atau cabang yang kemudian Anda arahkan bentuknya sesuai dengan keinginan Anda masing-masing.

Biarkan kawat tersebut tetap terlilit sampai bentuk pohon mengalami perubahan permanen dari bentuk semula.

Waktu pemasangan kawat ini tentunya berbeda-beda, sesuai dengan umur tanaman dan juga ukuran batang atau dahan yang dililit.

Bisa memakan waktu 2 minggu untuk pohon yang muda tapi bisa juga 4 bulan jika pohon telah tua.

5. Pemangkasan dahan


Tahapan selanjutnya adalah proses pemangkasan atau pengguntingan. Pemangkasan dilakukan terhadap daun atau cabang yang tidak dibutuhkan dan tumbuh terlalu panjang.

Selain itu, pemangkasan ini juga bertujuan agar daun baru yang dihasilkan mempunyai bentuk yang lebih kecil dari bentuk semula.

Selain itu juga, pemangkasan bertujuan agar dapat merangsang daun dan ranting tumbuh lebih subur.

Di dalam proses pemangkasan ini, sebaiknya Anda berhati-hati, jangan sampai pemangkasan dilakukan secara sembrono yang akan berakibat merusak karakter bonsai santigi yang sedang Anda bentuk.

Proses pembentukan bakalan sampai menjadi bentuk bonsai yang mempunyai karakter seni memerlukan waktu yang berbeda-beda sesuai dengan perawatan dan ketelatenan Anda masing-masing. Tetapi yang jelas proses ini minimal 2 tahunan.