Cara Pembuatan Bonsai Asam Dari Biji

Share:
Langkah yang perlu kita perhatikan dalam memilih dan membuat bibit Bonsai Asem dari biji adalah:

a. Memilih Bakalan Bonsai


Pada langkah ini kita bisa melakukan dua cara, yaitu

1) Mencari bakalan di bawah pohon Asem yang sudah tua dan berbuah


Biasanya di bawah pohon tersebut banyak tumbuh pohon-pohon Asem muda yang berasal dari biji dan tumbuh secara alami di bawah indukkannya. Pilihlah bakalan yang memiliki batang yang cukup besar dan dalam pengambilan diusahakan sehati-hati mungkin agar tidak merusak akar tanaman.

Kemudian siapkan pot yang sudah berisi media tanam untuk pertumbuhan bakalan bonsai selanjutnya. Jangan lupa untk menyiramnya sehari dua kali dan tambahkan nutrisi tanaman seperti M4 dan lain-lain.


2) Menyemai sendiri biji Asem di pot


Dalam proses ini kita membutuhkan waktu yang panjang sehingga mengharuskan kita untuk bersabar. Langkah-langkah menyemai biji Asem diantarnya adalah

  • Redam biji Asem yang sudah matang selama satu minggu, perendaman dilakukan dengan tujuan mempermudah pelepasan cangkang biji Asem yang keras dan tebal.
  • Setelah satu minggu direndam, biji Asem ditiriskan kemudian direndam kembali dengan pupuk pertumbuhan organik beberapa saat saja. Kemudian, tanamkan biji Asem ke polibag atau pot yang telah disiapkan dan telah diberi media tanam.
  • Media tanam untuk pertumbuhan bisa berupa pasir+pupuk kandang+tanah+pupuk perangsang tanaman organik (seperti M4). Saat menanam biji Asem jangan terlalu dalam karena bisa memperlambat pertumbuhan kecambah. Tunggu sampai bakalan benar-benar siap dipindahkan dan dibentuk.

b. Proses Pembentukan


Setelah bakalan bonsai dikira kuat dan kokoh maka proses selanjutnya kita bisa membentukya sesuai keinginan. Dalam tahap pembentukan gunakan teknik pengait secara bertahap.

Selain itu, hindari penggunaan kawat pada tahap ini. Karena pohon Asem memiliki keindahan batang yang unik, jika kita menggunakan kawat maka keindahan batangnya akan rusak karena bekas kawat sulit untuk dihilangkan.

Namun, ada juga teman-teman komunitas yang menggunakan kawat sebagai alat pembentukan, tentunya ini bukan sebuah masalah yang besar. Semua tergantung selera para pembaca.

c. Pemotongan


Setelah arah dan gerak pertumbuhan batang sudah terlihat kita bisa melakukan tahap pemotongan. Kita bisa menggunakan alat-alat potong seperti gunting atau gergaji. Sisakan beberapa cabang utama, sesuai selera. Dalam tahap ini biasanya kami mempertahakan dua cabang saja.

d. Menanam Ulang Bakalan Bonsai


Setelah dilakukan pemotongan bakalan dipindahkan ke media baru yang lebih subur dan kaya akan nutrisi. Agar nutrisi yang diserap dapat optimal maka media tanam berjumlah lebih banyak dibandingkan tempat sebelumnya serta diletakkan di pot yang lebih besar.

Dalam proses ini, perlu kita akui bersama tidak semua bakalan yang kita pindahkan bisa tumbuh dengan baik bahkan bisa jadi malah mati.Saat pemindahan kita bisa melakukan pengurangan akar serabut, baik itu yang berada disamping maupun di bawah akar utama.

Teman-teman komunitas pernah menyemprot bersih semua tanah yang menempel di akar. Ketika ditanam ulang, bakalan bonsai bisa tumbuh dengan optimal. Teknik penyemprotan bisa kita lakukan untuk melihat arah akar utama, dengan begini kita bisa menentukan arah peletakan akar bonsai di atas susunan batu atau karang.

Jika kita ingin menggunakan teknik ini, pastikan kita telah memangkas semua daun-daun bakalan dan mengurangi jumlah rantingnya kemudian diletakkan di tempat yang rindang terlebih dahulu.

Jika tidak melakukan pemangkasan daun dalam banyak kasus tanaman bonsai malah mati. Dalm tahap ini diperlukan kehati-hatian tingkat tinggi.

a. Pemilihan cabang


Setelah beberapa bulan dari penanaman ulang maka kita akan melihat tunas-tunas baru. Tunas baru biasanya tumbuh tidak teratur dan cenderung sembarangan.

Penyeleksian tunas baru didasarkan pada pola bonsai yang telah direncanakan, jika ada tunasa baru yang tidak sesuai rencana bisa dipangkas. Setelah dilakukan pemangkasan kita bisa melakukan teknik pengawatan atau pemasangan tali untuk membentuk tunas baru sesuai dengan pola yang kita inginkan atau kerah-arah tertentu.

b. Pengontrolan cabang baru


Untuk mendapatkan pola yang kita inginkan, setiap pertumbuhan ranting dan cabang baru harus selalu dipantau. Jangan sampai cabang yang tidak sesuai pola dibiarkan dan tumbuh subur tanpa arah. Merawat bonsai asem dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi mengingat tingkat pertumbuhan tanaman membutuhkan waktu yang panjang.