TIPS & TRICK PROSES TRAINING / PENYEMPURNAAN BONSAI

Share:

PROSES Training


Yang dimaksud dengan training adalah proses penyempurnaan bentuk pohon yang sedang kita kerdilkan itu, sehingga mempunyai bentuk yang indah dan dekoratif. Dengan penyempurnaan tersebut, pohon itu akan memberikan kesan kepada orang yang memandngnya, seakan-akan ia melihat dan merasakan keagungan sebatang pohon atau sekelompok pohon yang indah dan menunjukan tanda-tanda ketuaan, walaupun semuannya dalam ukuran mini
Training dilaksanakan antara lain dengan cara:

1. Melilitkan kawat pada batang, dahan atau ranting (wiring) dan kemudian membentuknya (mengubah arah pertumbuhan, membengkok-bengkokkan atau meluruskan batang, dahan atau ranting tersebut) menurut keinginan kita.
Untuk keperluan itu kita perdunakan kawat tembaga dari berbagai ukuran, sesuai dengan keperluan kita. Untuk membengkokkan batang umpamanya, tentu diperlukan kawat yang ukurannya lebih besar daripada untuk membengkokkan ranting.
Perlu diingat bahwa kawat tersebut tidak boleh kita biarkan terlalu lama melilit batang, dahan atau ranting. Sebagai akibat pertumbuhannya, kawat tersebut lama kelamaan akan “menggigit” dan meninggalkan bekas pada bonsainya setelah lilitan kita buka.
Alasan mempergunakan kawat tembaga guna wiring, ialah karena kawat tembaga lebih mudah sehingga lebih mudah dililitkan daripada kawat biasa (kawat “jemuran”).


2. Mengikat batang, dahan atau ranting yang hendak kita ubah arah pertumbuhannya.
Sebatang dahan yang hendak kita paksa tumbuh mendatar atau menurun umpamanya, kita tekan ke bawah sampai pada posisi yang kita inginkan, kemudian kita ikat dengan kawat atau tali pada potnya. Mengikatnya jangan terlalu erat untuk mencegah “gigitan” tali atau kawat selang beberapa waktu. Ikatan itu harus segera dibuka sekiranya dahannya tidak akan kembali lagi ke posisinya yang lama.
Bila kulit pohon lunak, sebaiknya pada tempat pengikatan tali atau kawat, kulit itu kita balut lebih dahulu dengan plastik tebal atau karton umpamanya, untuk mencegah kerusakan kulitnya.


3. Membuang dahan dan ranting yang tidak kita inginkan.
Dahan atau ranting yang mengurangi atau merusak keindahan bentuk pohon, harus segera dibuang, kecuali yang tumbuh pada batang bagian bawah. Walaupun dahan dan ranting yang kita sebut belakangan itu tidak kita kehendaki karena mengurangi atau merusak keindahan pohonnya, akan tetapi dahan dan ranting seperti itu boleh kita biarkan tumbuh. Sebabnya ialah karena hal tersebut dapat mempercepat pertumbuhan batang pohonnya. Apabila batang pohonnya sudah cukup besar, barulah dahan dan ranting itu kita buang juga.
Sebaliknya bila di tempat yang sebaiknya ada dahan atau rantingnya demi kseimbangan dan keindahan, kan tetapi dahan atau ranting yang kita inginkan itu tidak ada atau tidak mau tumbuh, kekurangan itu dapat kita atasi dengan cara okulasi atau ent.

4. Memotong dahan atau ranting pada tempat-tempat tertentu dengan harapan dahan atau ranting tersebut akan bercabang di tempat dekat bekas luka potongan.
Untuk memperoleh pohon dengan bentuk yang kompak, tindakan tersebut harus diulangi beberapa kali sambil mengingat–ingat (mengkhayalkan) bentuk yang akan kita berikan kepada bonsai itu. Jadi bukan asal kompak saja!

5. Memangkas untuk merapikan (trimming) tunas-tunas dan daun-daun baru yang apabila dibiarkan tumbuh, akan merusak bentuk bonsai yang sudah indah itu.

TRICK LAIN cara penyempurnaan (koreksi) bentuk pohon.


Walaupun training tersebut dilaksanakan menurut pola-pola dasar tertentu yang telah terkenal sejak zaman dahulu dalam dunia bonsai, akan tetapi tetap diperlukan rasa seni dari si pembuat bonsai untuk dapat menghasilkan pohon-pohon kerdil yang indah bentuknya. Teknik pengerdilan dan training dapat diajarkan, tetapi rasa seni tidak! Justru rasa seni itulah diperlukan dalam hal:
  • Memilih bentuk, ukuran dan warna pot serta batu.
  • Menentukan letak pohon di dalam pot atau di atas batu.
  • Menetapkan posisi pohon, yaitu sudut yang dibuat oleh batang pohon dengan permukaan tanah di dalam pot atau dengan permukaan batu yang ditumbuhinya.
  • Mengatur pertumbuhan dan penjalaran akar-akar (root-spread) di atas permukaan tanah atau batu.
  • Mengoreksi bentuk pohon (training).
  • Tanpa rasa seni, maka tidak akan tercipta suatu bonsai yang sempurna, suatu master-piece. Karena kita tidak akan dapat membuat duplikat dari suatu bonsai, maka tiap bonsai akan merupakan kreasi baru dengan keindahan dan “kepribadian” sendiri.
  • Dalam training inilah letak seni bonsai dan dalam masa training ini pula ketekunan dan kesabaran kita diuji selama bertahun-tahun.
  • Sesungguhnya masa training ini tidak ada akhirnya, karena training dimulai dari saat sebatngpohon sukup kuat untuk di-train, hingga pohon tersebut mati tua bertahun-tahun kemudian.

Selamat Mencoba !!!!!


No comments