TEKNIK & PROSES PENUAAN / AGEING BONSAI

Share:

PROSES Penuaan (Ageing) Bonsai




Dengan menggunakan “teknik penuaan”, pohon yang kita kerdilkan itu lebih cepat nampak seperti tua.


Penuaan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Dahan-dahan dan ranting-ranting dipaksa (di-train) untuk mendatar atau agak menurun.
  2. Akar-akar pada pangkal pohon ditonjolkan dengan cara memaksa akar-akar tersebut untuk menjalar di atas permukaan tanah, sedapat mungkin ke empat jurusan atau lebih, sepanjang beberapa sentimeter.
  3. Maksudnya ialah, selain agar pohon itu kelihatan lebih tua, juga demi keindahan dan supaya pohonnya memberi kesan tumbuh kukuh, tidak mudah tumbang dan batangnya tidak menyerupai tongkat yang ditancapkan di tanah! Demi keindahan, akar yang tumbuhnya tepat ke arah depan, harus dibuang.
  4. Ada kalanya sebagian dari batang pohon dikupas kulitnya sehingga terlihat kayunya, atau sebatang dahan tua dikuliti seluruhnya sehingga kayunya kemudian mati dan memutih. Bahkan ada pula yang sebagian batang dikerok kulit dan kayunya sedemikian dalam, sehingga batang pohon itu berongga dan sebagian dari kayunya mati.
  5. Kayu yang memutih akibat kupasan pada batang pohon, dalam bahasa Jepang disebut sabamiki. Dahan yang mati dan kayunya memutih disebut jin, dan lubang pada batang pohon yang berongga, disebut uro.
  6. Perlu diingat bahwa baik sabamiki, jin maupun uro harus terlihat sebagai cacad yang wajar, seakan-akan diakibatkan oleh pengaruh alam selama bertahun-tahun.
Selamat Mencoba  !!!!!