TANTANGAN PERLU JIWA SENI MEMBUAT BONSAI GROUPING LANDSCAPE

Share:

PENGATURAN & PENATAAN KOMPOSISI BONSAI ‘GROUPING’


Pengaturan Komposisi adalah cara penataan atau aransemen. Hampir semua rana seni mem butuhkan kemampuan sang seniman (memiliki Jiwa Seni) untuk bisa membuat komposisi. Termasuk dalam seni bonsai yang dalam perwujudan karyanya melibatkan kemampuan dalam rana seni rupa. Dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman dalam pembentukan komposisi bonsai grouping. 


Menata bonsai grouping sehingga menjadi Pemandangan Alam (Landscape ) ada beberapa faktor yang perlu di perhatikan :
1.Penyotiran bahan bonsai yang sesuai konsep (sebagai obyek)
2.Seleksi bahan alam lain, juga harus disesuaikan sesuai rencana dan skalanya (sebagai subyek)
3.Pengetahuan tentang teori perspektif (secara rasional & skalatis)
4.Imajinasi, menjiwai  dan pemahaman terhadap panorama atau pemandangan alam.
5.Pengetahuan Jenis dan holtikultura  Tanaman Bonsai yang akan di pakai.


Dari kelima faktor-faktor tersebut di atas  kita jabarkan untuk menjadikannya sebagai pola pemikiran: dalam pembuatan bonsai grouping pemilihan jenis tanaman sebaiknya di pilih sesuai dengan persyaratan tumbuh yang dikehendaki. 
Sebagai contoh kita ingin membuat komposisi pohon-pohon yang berdiri tegak lurus keatas, maka pohon yang dipilih haruslah mempunyai karakter tumbuh yang demikian. keseragaman jenis, bentuk dan karakter pohon adalah hal-hal yang sangat penting untuk diperhaitakan. Kalaupun ada kelainan baik itu jenis,bentuk atau karakternya, bisa di tampilkan hanya sebagai aksen atau ‘center of interest’ dari keseluruhan komposisi. Karena pada dasarnya gambaran pohon grouping adalah sebuah pemandangan dari sekelompok pohon yang hidup di satuarea tertentu. Maka dalam hal ini secara logis pohon-pohon tersebut adalah pohon-pohon yang sama jenisnya. 

INTISARI GROUPING LANDSCAPE 

Alasan lain juga untuk bisa menenampilkan satu karakter dalam sebuah kelompok. Inilah intisari dari komposisi pohon grouping secara pemahaman alam. Sebagai contoh : Kita akan membuat pohon groupingdengan karakter tumbuh masing-masing pohon adalah tumbuh tegak lurus keatas.Pohon cemara adalah salah satu jenis pohon yang sangat cocok untuk menjadipilihan. Karena ada karakter dan kebiasaan hidup pohon cemara pada umumnyaadalah tegak lurus keatas. Cabangnya yang tumbuh tidak menjauh dari batang(menambah kesan ramping dan tinggi), dedaunan yang cenderung bisamenggumpal tumbuh di perantingan di ujung batang (menimbulkan kesan tua). Tetapi perlu di ingat, bahwa kita bisa menggunakan pohon lain.


Obyek adalah nyata yaitu pohon, sedangkan subyek bisa imajiner danperannya hanya sebagai pendukung atau pelengkap. Semisal bebatuan kitaimajinasikan sebagai pegunungan, lumut kita ibaratkan rumput, dll. Di sini imajinasi dan kemampuan kita yang jeli untuk memperhitungkan skala atau perbandingansangat dibutuhkan. Banyak komposisi bonsai grouping yang terlihat kurang enak untuk dinikmati. Salah satu sebab adalah karena dalam komposisi tersebut kurang memperhitungkan skala (perbandingan).


Pengetahuan tentang perspektif dan skala sangat berguna dalam penerapan dalam komposisi bonsai grouping. Pohon terbesar di letakkan paling depan danterkecil paling belakang akan menimbulkan kesan kedalaman atau demensi yangbaik. Dedaunan teratas lebih rimbun dari yang di bawahnya juga akan menimbulkan sebuah pemandangan logis di alam yang sesungguhnya. Besarnyabebatuan yang di tata mengecil ke belakang, sungai atau jalan setapak yang mennyempit kebelakang, dan masih banyak lainnya.Menata bonsai grouping tidak semudah menata bonsai gaya lainnya. Dituntut imajinasi dan pemahaman alam yang luar biasa agar sang seniman bisa membayangkan panorama apa yang akan di buat atau di komposisikan dalam sebuah wadah atau pot kosong. 



Untuk mempermudah langkah ini kita bisa meniru gambar-gambar atau panorama sesungguhnya yang ada di alam.Selanjutnya kita juga sebaiknya memahami karakter dan kebiasaan tumbuhpohon yang akan kita tanam. Di mulai dari pemilihan media tanam yang cocok,pupuk, penyiraman dan hambatan hama. Menjaga kesehatan pohon adalah mutlak dan ekstra hati-hati, mengingat biasanya bonsai grouping di tanam dalam wadah atau pot yang tipis (media terbatas).Sebagai panduan dasar kita bisa membedakan bonsai grouping dari jarak kita memandang sebuah panorama:
  • Pemandangan jarak jauh
(“far view”) Ini adalah sebuah panorama yangkita lihat dari jarak jauh. Pada pemandangan ini besar dan bentuk pohonakan terlihat hampir sama. Maka detail pohon bukan menjadi prioritas.Penekanan komposisi pada obyek adalah kumpulan dedaunan yang sebaiknya di tata sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan sebuahruang atau demensi yang baik. Dengan memperhatikan skala yang baik,subyek juga berperan menciptakan ruang dan demensi.
  • Pemandangan Jarak sedang
(“land scape”) Ini adalah sebuah  panorama yang kita lihat dari jarak sedang. Ruang atau demensi tercipta dari susunan jauh dekat dan besar kecil pohon. Detail pohon sudah seharusnya agak di tampilkan pada pohon-pohon utama. Subyek, seperti texture tanah dan besar kecil perletakan batu juga harus di perhitungkan agar tercipta perspektif yang logis.
  • Pemandangan Jarak dekat
(“close up”) Ini adalah sebuah panorama yang kita lihat dari jarak dekat. Jelas detail semua pohon harus terlihat sebagai kekuatan atau penekanan komposisi ini. Seperti komposisi “landscape” ruang tercipta oleh susunan jauh dekat dan besar kecil pohon.Dalam komposisi ini sebaiknya tidak menggunakan pohon dalam jumlah banyak (lebih dari 9 pohon). Tujuannya agar penikmat tidak terfokus untuk memperhatikan detail masing-masing pohon dalam jumlah banyak, sehingga esensi dari keseluruhan komposisi tidak tersirat dengan baik. 

Berikut adalah sebuah contoh proses pembuatan bonsai grouping: Pohon-pohon mungil ini adalah jenis Sancang 
gambar Panorama Grouping Landscape Sancang


Sancang adalah jenistanaman yang cepat tumbuh dan mudah beradaptasi dalam segala cuaca.Demikian juga dalam cara berkembang biak, semai biji, cangkok atau steksangat memungkinkan. Medianya cukup dengan menggunakan pasir malang yang telah di campur dengan Furadan (obat serangga) dan Dekastar (makanan cadangan). Pemupukan menggunakan fermentasi kotoran Kambing seminggu sekali.

Demikian Penjelasan kami walaupun sedikit rumit namun patut dicoba untuk menambah pengetahuan dan Seni Bonsai Grouping dan Landscape...

No comments