KONTES BONSAI BAGI PENGHOBI MEMPERLIHATKAN HASIL KARYA

Share:

Pemahaman Kontes Bonsai


Mengikuti suatu kontes tentu mempunyai arti tersendiri bagi kontestan, sebagai awam yang dipikirkan adalah kalah atau menang, juara atau tidak dan paling tidak penghargaan apa yang bisa diperoleh. Bagi para senior di pentas kontes bonsai di Indonesia, kriteria mengikuti kontes sudah sangat dipahami, namun bagi kita yang baru menggeluti dunia kontes bonsai masih diperlukan informasi dan pemahaman yang lebih banyak.




Jadi, apa artinya sebuah kontes bonsai?. Sebagai pemahaman awal, kontes bonsai yang berlaku sekarang adalah ajang untuk mendapatkan Predikat bagi pohon yang diikutkan. Predikat pohon tersebut diperoleh berdasarkan nilai yang terkumpul dari 4 unsur atau kriteria penilaian dibawah ini :
1. Penampilan
2. Gerak Dasar
3. Keserasian
4. Kematangan

Dari akumulasi nilai ke empat unsur diatas. diperoleh suatu jumlah yang akan menjadi batas dari pemberian predikat. Jumlah Nilai yang diperlukan untuk menentukan suatu predikat pohon adalah sebagai berikut :

Jumlah Nilai Diatas 321 mendapat Predikat Baik Sekali
Jumlah Nilai 281 – 320 mendapat Predikat Baik
Jumlah Nilai 241 – 280 mendapat Predikat Cukup
Jumlah Nilai Dibawah 241 tidak ada Predikat.

Resume penilaian diatas dapat di lihat pada Buku Penilaian Bonsai yang biasanya diberikan panitia kontes berikut Sertipikat Penghargaan bagi pohon yang meraih predikat.

Tingkatan Kontes

Kontes Bonsai Indonesia juga mengenal beberapa jenjang atau kelas yang diperlombaan, dimulai dengan kelas Prospek, Regional, Madya, Kelas Utama , sekarang diperlombakan juga kelas yang lebih tinggi atau bergengsi yang dikenal dengan Kelas Bintang.

Pohon yang memperoleh predikat biasanya diberikan tanda dengan penambatan bendera, bendera warna merah berarti pohon tersebut memperoleh predikat baik sekali, bendera warna hijau untuk pohon dengan predikat baik, dan bendera kuning untuk predikat cukup.



Perlu diingat juga bahwa dapat saja terjadi, Juara pertama dari suatu kontes bonsai adalah pohon yang berpredikat Baik saja atau mungkin dibawah itu, hal ini dapat dimaklumi karena berdasarkan penilaian juri hanya diperoleh pohon dengan jumlah nilai pada kisaran batas predikat baik atau cukup saja. Memang kejadian begini belum pernah terjadi, tetapi dengan perumusan penilaian dan peroleh predikat sebagaimana diatur diatas, hal ini dapat dan atau kemungkinan saja bisa terjadi.


Di suatu kontes bonsai sering kita mendapati seorang kontestan sudah merasa sangat puas apabila pohonnya memperoleh bendera merah atau meraih predikat baik sekali, kepuasan ini jelas akan bertambah apabila pohon yang bersangkutan juga memperoleh nilai tertinggi sehingga dinobatkan sebagai Juara.

Singkatnya adalah, kepuasan dan kebanggaan sekaligus akan diperoleh apabila dapat dinobatkan sebagai terbaik dari yang baik sekali, bukan terbaik dari yang baik atau terbaik dari yang cukup.