KARAKTERISTIK & FUNGSI AKAR GANTUNG PADA BONSAI BERINGIN

Share:

Penjelasan Pohon  Beringin (Ficus)

Siapa yang tidak kenal dengan pohon beringin? Ya, pohon beringin adalah salah satu pengelompokan tumbuhan merupakan jenis pohon yang banyak kita temui di hutan hujan tropis, termasuk di Indonesia. Selain itu, di dalam perkotaan pun pohon beringin juga dapat kita temui dengan mudah, karena memang mudah tumbuh. Saat ini, pohon beringin yang tumbuh di perkotaan memiliki usia yang sudah tidak muda lagi, bahkan beberapa pohon bisa berusia lebih dari 100 tahun.

Karakteristik pohon Beringin Digemari Untuk Bonsai Pot dan Taman




Pohon beringin sendiri merupakan jenis pohon besar yang memilki daun yang sangat rimbun, cantik sehingga sangat cocok dan juga sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, karena ukuran mahkotanya yang sangat besar. Selain itu, pohon beringin ini juga erat sekali kaitannya dengan mitos-mitos masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang klenik dan dunia supranatural. Sehingga tentu saja pohon beringin sangat lekat dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Keunikan lainnya yang dimilki oleh pohon beringin adalah bagian akar gantungnya. Akar gantung yang dimiliki pohon beringin ini adalah berupa akar panjang yang tumbuh pada bagian mahkota dan menggantung. Meski sering disebut sebagai akar, namun demikian sebenarnya jenis jenis akar gantung memiliki definisi yang berbeda dengan akar yang berada di dalam tanah. Pohon beringin sendiri tetap memiliki akar yang berada di dalam tanah untuk menopang bobot dari pohon tersebut.

Fungsi akar gantung pada pohon beringin tersebut :


Ternyata, bagi pohon beringin selain cantik itu sendiri, akar gantung memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses respirasi alias pernapasan pada proses fotosintesis. Akar gantung yang terdapat pada pohon beringin tersebut adalah jenis akar pernapasan, sehingga akar gantung tersebut adalah bagian penting dari pohon beringin yang membantu pohon beringin tersebut melakukan proses resprasi alias pernapasan. Akar gantung pada pohon beringin ini nantinya akan menyerap air dan juga udara di sekitar pohon tersebut. Disinilah letak keunikan dari akar gantung pohon beringin.
Pada dasarnya, meskipun bukan merupakan jenis jenis akar yang menopang keseluruhan pohon, namun demikian, akar gantung pada pohon beringin ini juga memiliki fungsi yang sama seperti akar di dalam tanah, yaitu untuk menyerap air dan juga zat CO2 yang ada di udara, untuk kepentingan proses dan siklus respirasi dari pohon beringin tersebut.


Sebagai tali pengikat. Akar pohon beringin bisa saja difungsikan sebagai tali pengikat. Bagi anda yang membutuhkan tali pengikat, terutama ketika berada di dalam alam liar, maka anda bisa memanfaatkan akar gantung dari pohon beringin ini untuk mengikat sesuatu, seperti mengikat bungkusan dan lain sebagainya. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa tali pengikat yang dibuat dengan menggunakan akar pohon beringin ini memilki daya angkut beban yang tidak banyak.



Di alam Sebagai media menggantung hewan liar. Apabila akar gantung pohon beringin tersebut berkelompok menjadi satu untaian, maka akar gantung tersebut cukup untuk menopang beban. Salah satu fungsinya adalah untuk media menggantung hewan-hewan liar, seperti kera di dalam hutan. Akar gantung, terutama dari pohon beringin sering dimanfaatkan oleh hewan liar untuk bergelantung dan juga menggelayut dari satu pohon ke pohon lainnya.