BONSAI GAYA AIR TERJUN CASCADE / KANGAI BANYAK DIMINATI

GAYA DASAR BONSAI INDAH



Dalam dunia bonsai memiliki berbagai gaya (style) yang berdasarkan bentuknya. Sampai saat ini dunia bonsai masih mengacu kepada seni bonsai Jepang sehingga gaya (style) yang diterapkan juga masih mengikuti gaya bonsai yang berasal dari Jepang. Di Jepang, sudah berkembang berbagai bentuk bonsai dan rangkaiannya. Sebenarnya gaya bonsai yang diterapkan hanyalah gaya dasarnya karena di setiap negara penghasil bonsai gaya dasarlah yang menjadi perhatian.
Gaya dasar Bonsai ini dibagi menjadi 5 gaya untuk kali ini akan dibahas khusus dua gaya karena banyak diminati penggemar dan penghobi bonsai:

1. Gaya setengah menggantung/han-kengai/semi-cascade


Gaya semi-cascade, seperti gaya cascade, ditemukan di alam di tebing dan di tepi sungai atau danau. Batangnya tumbuh tegak untuk jarak pendek dan kemudian membungkuk ke bawah / samping. Berbeda dengan gaya cascade, batang semi-kaskade tidak akan tumbuh ke bagian bawah pot. Mahkota biasanya di atas tepi pot sementara percabangan berikutnya terjadi di bawah pot.
Bonsai gaya setengah menggantung memiliki kriteria sebagai berikut:
Letak batang pokok mendatar sejajar dengan bibir pot sedangkan cabang atau ranting menggantung melewati bibir pot
Bentuk batang pokok lurus atau lurus berliku
Arah batang pokok ke kanan atau ke kiri
Top mahkota berada di samping mengikuti arah batang pokok dan ada juga yang sejajar atau di bawah bibir pot bagian samping

2. Gaya menggantung/kengai/cascade


Gaya Cascade (air terjun) di alam liar terkadang ditemukan pohon yang hidup di atas tebing curam yang tumbuh menekuk ke bawah sebagai akibat dari beberapa faktor, seperti salju atau runtuhan batu tebing. Faktor-faktor ini menyebabkan pohon tumbuh ke bawah. Dalam seni Bonsai mungkin akan sulit untuk mempertahankan pohon tumbuh ke bawah karena arah pertumbuhan menentang kecenderungan alami pohon untuk tumbuh tegak. Bonsai gaya Cascade ditanam dalam pot tinggi. Pertumbuhan pohon harus tegak untuk bentangan kecil tapi kemudian menekuk ke bawah. Mahkota pohon yang biasanya tumbuh menjulur hingga kedasar pot, tetapi cabang-cabang berikutnya dibuat dengan alternatif kiri dan kanan pada kurva terluar dari sebuah batang berbentuk S. Percabangannya harus tumbuh horizontal untuk menjaga keseimbangan pohon.


Bonsai gaya menggantung memiliki kriteria sebagai berikut:
Letak batang pokok sejajar dengan bibir pot, kemudian membengkok ke arah bawah dari bibir pot dan dapat juga batang pokok letaknya miring kemudian berubah arah ke bawah sampai melewati pot
Arah batang pokok ke kanan atau ke kiri
Bentuk batang dapat lurus atau lurus berliku
Top mahkota terletak di bawah bibir pot atau menggantung mengikuti arah batang pokok, arah top mahkota ke atas.