Tips Perawatan , Perbanyakan dan Penyemaian Bibit Bonsai Adenium

Share:
Adenium merupakan tanaman yang sangat mudah untuk diperbanyak, sehingga adenium itu bisa ditemui dimana saja terutama pada daerah tropis. Sesuai dengan sifatnya adenium menyukai daerah yang kering dan bermandikan cahaya matahari. Tapi perbanyakan adenium itu ternyata tidak segampang yang diperkirakan.
Banyak penggemar adenium yang gagal memperbanyak adeniumnya, baik secara vegetatif maupun generatif.
Kegagalan yang sering ditemui batang yang membusuk, bibit yang mati setelah semaian 1 minggu, dan lainnya. 


Hal ini membuat frustrasi bagi pecinta adenium pemula, terutama bagi mereka yang lebih suka memperbanyak adenium dengan semaian. Banyak alasan kenapa penggemar pemula memilih semaian ataupun bibit adenium yang masih muda, salah satunya alasan harga yang masih terjangkau, ataupun berharap mendapatkan adenium varian baru dari hasil silangan. Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan perbanyakan vegetatif dan generatif.
  1. Perbanyakan Vegetatif adalah perbanyakan adenium dengan memisahkan bagian adenium atau yang lebih dikenal dengan stek. Perbanyakan seperti ini sangat popular dan paling mudah dilakukan. Tapi masih banyak yang “berpikir keras” kenapa tidak juga berhasil. (hehehe,… jadi inget teman yang selalu berpikir keras),.
  2. Perbanyakan Generatif adalah perbanyakan dari semain biji adenium. Biji adenium disemai dalam wadah tertentu dan dalam waktu tertentu akan berkecambah dan tumbuh menjadi adenium. Perbanyakan seperti ini paling banyak dilakukan bagi pecinta adenium yang sabar menunggu atau untuk tujuan komersil.

Tips Perbanyakan vegetatif:

  1. Siapkan potongan batang adenium yang sudah cukup tua, ini ditandai dengan warna batang agak ke abu-abuan dan ukuran minimal 2 jari tangan dewasa.
  2. Agar pada saat tumbuh memiliki bentuk akar yang bagus buatlah irisan disekeliling batang bawah (bagian yang akan ditanam) sehingga nanti akan membuat akar tumbuh menyebar ke samping.
  3. Angin-anginkan batang yang akan ditanam hingga getahnya menjadi kering (kurang lebih 3 hari).
  4. Setelah kering oleskan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) untuk akar disekeliling irisan.
  5. Tanam Potongan adenium pada media yang biasa digunakan untuk adenium (bahasan media ada pada postingan sebelumnya).
  6. Letakkan adenium pada tempat yang teduh, tanpa disiram.
  7. Setelah lebih dari 10 hari jika potongan masih keras maka kemungkinan stekan berhasil, dan adenium sudah dapat disiram sedikit saja, sekedar menjaga kelembaban media.
  8. Adenium yang berhasil tumbuh jika dalam waktu 20 hari masih keras dan sudah mulai ditumbuhi tunas daun

Tips Perbanyakan Generatif

  1. Siapkan wadah khusus (tray) untuk menyemai. Atau bisa menggunakan apapun juga asal bisa menampung media dan saluran drainase-nya bagus.
  2. Media yang sering digunakan untuk penyemaian adalah: sekam bakar, pasir kasar dengan perbandingan:2:1.
  3. Taruh media di dalam wadah lalu basahi media tersebut.
  4. Taruh biji secara horizontal/mendatar/tidur di dalam wadah yang telah diisi dengan media.
  5. Tutup semaian biji adenium yang telah disusun tersebut dengan media. Usahakan setipis mungkin, sehingga biji adenium bisa mendorong media untuk berkecambah
  6. Tempatkan semaian pada tempat yang teduh. Lingkungan yang baik untuk menyemai adalah dalam suhu 20 - 35 derajat Celcius, sirkulasi udara baik, dan terkena sinar matahari yang terhalangi 50%.
  7. Selama sekitar 2 minggu yaitu sampai dengan berkecambah, biarkan media selalu lembab tapi tidak terlalu banyak air (becek)
  8. Setelah berkecambah dan menampakkan sepasang daun, media tanam harus dibiarkan agak mengering sebelum dilakukan penyiraman berikutnya (diperlakukan seperti tanaman dewasa).
Setelah bibit adenium memiliki daun lebih dari 4 helai, maka adenium siap untuk dipindahkan pada tempat tersendiri yang ukuran lebih besar atau di tanam pada polybag. Pada usia 1-3 bulan adalah masa paling rawan dan rentan pada adenium. Pada masa ini adenium mudah terserang penyakit, terutama busuk batang atau rebah batang. Umumnya ini terjadi karena serangan jamur. Untuk itu sangat perlu memperhatikan kelemban media dan pencahayaan sinar matahari. Usahakan media tidak terlalu banyak air sehingga jamur tidak mudah menyerang. Dalam perawatan bibit adenium usahakan media tetap lembab, sehingga tidak terjadi kekeringan sehingga membaut bibit menjadi drop. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan spai yang halus dan media cukup lembab saja. Pemupukan pada bibit adenium dapat dilakukan setelah bibit berusia lebih dari 1 bulan dan dengan takaran ½ dari dosis. Sebaiknya menggunakan pupuk organic cair, sehingga mudah diserap oleh bibit adenium yang masih muda. Setelah berusia lebih dari 3 bulan, adenium dapat diperlakukan seperti adenium dewasa, baik pola penyiraman maupun pemupukannya.