Sensasi Bonsai Pohon Kelapa

Share:
Biasanya seni tanaman bonsai menggunakan pohon beringin, asem jawa, cemara udang, serut dan lain sebagainya. Namun pohon kelapa juga bisa dijadikan bonsai yang tidak kalah unik dan menarik. Bonsai dari pohon kelapa ini relatif lebih mudah dan murah untuk dibuat. Namun untuk membuat bonsai kelapa ini perlu sedikit ketelatenan dalam pembentukan bonsainya.

Daya tarik bonsai pohon kelapa ini ternyata cukup mempesona pecinta tanaman bonsai. Kalau biasanya kita melihat pohon kelapa tumbuh menjulang tinggi, kini bisa dinikmati dalam bentuk mini. Bahkan bonsai kelapa ini bisa dibuat menjadi bercabang. Berbeda dengan pohon kelapa biasanya yang hanya tumbuh menjulang tanpa cabang.

Langkah Membuat Bonsai Kelapa

Pertama kali dalam membuat bonsai kelapa adalah menentukan jenis kelapa yang akan dibuat bonsai. Pada umumnya jenis pohon kelapa yang bisa dibuat bonsai adalah : Kelapa gading merah, kelapa gading susu dan kelapa albimo

Selanjutnya adalah pemilihan bibit untuk bonsai kelapa. Bonsai kelapa dibuat dari buah kelapa yang sudha tumbuh tunas. Namun baiknya kelapa yang dibuat yang sudah tua di pohon dan dipetik langsung, bukan yang jatuh sendiri. Bibit bonsai dari kelapa yang terjatuh di tanah hasilnya kurang baik karena batok dan kentosnya mudah rapuh.

Setelah bibit kelapa mulai tumbuh tunas kurang lebih 3-5 cm, lakukan pengupasan sabut kelapa pada kelapa yang sudah bertunas tersebut. Siapkan gergaji,golok atau pisau untuk memotong miring 1/3 bagian belakang kelapa. Namun pengupasan harus hati-hati jangan sampai memutus akar. Bersihkan sabut hingga bersih dan nampak batok atau tempurung kelapa.

Selanjutnya atur penempatan posisi batok kelapa sebagai bonsai. Letakkan batok kelapa pada posisi vertikal jika diinginginkan bentuk batok yang dikelilingi akar. Jika ingin bentuk seperti rumah siput, bisa diletakkan secara horizontal.

Untuk mempertahankan bentuk bonsai tetap mini, harus dilakukan penyayatan pada tunas yang lebih tua. Jika bibit sudah tumbuh hingga 15 sampai 20 cm, berikan sayatan pada tunas yang paling bawah. Untuk menghindari pembusukan, jangan sampai tunas yang masih muda juga terkena sayatan. Lakukan penyayatan ini sehari minimal 3 kali.

Langkah selanjutnya adalah proses perawatan bonsai kelapa. Perawatan bonsai kelapa hanya perlu dilakukan penyiraman sehari satu kali.