Perawatan Tanaman Bonsai Kemuning

Share:
Teknik perawatan untuk bonsai kemuning juga tidak jauh berbeda dengan perawatan bonsai tanaman lainnya.

Hanya saja untuk bonsai kemuning, proses penyiraman yang dibutuhkan intensitasnya agak berbeda.


1. Penyiraman


Tanaman kemuning lebih cocok dan lebih subur hidup pada kondisi yang lembab dan untuk mempertahan kelembabannya tanaman ini membutuhkan air yang cukup.

Sehingga ketika tanaman ini telah dipindahkan kedalm pot pada sat musim kemarau hendaknya penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari.

2. Media tanam


untuk media tanam kemuning ini sendiri sebaiknya menggunakan jenis tanah lempung dan humus yang memiliki tingkat porousitas yang rendah.

Selain hal diatas, untuk proses perawatan bonsai kemuning sebaiknya media tanam didalam pot dilakukan pengggantian setidaknya tiap 2 tahun sekali.

3.Pengawasan


hal penting yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah repoting. Perhatikanlah pertumbuhan bonsai kemuning tersebut dengan seksama.

Ketika kita merasa pertumbuhan kemuning semakin melambat, biasanya hal tersebut dikarenakan akar didalam pot sudah penuh.

Proses repoting sendiri dilakukan dengan cara memotong bola akar yang melingkari pohon kurang lebih sepanjang 5 cm. repoting ini dilakukan bersamaan dengan penggantian media tanam bonsai kemuning.

4. Pemupukan


Untuk membantu menghasilkan tanaman bonsai kemuning yang lebih maksimal, maka diperlukan sebuah perlakuan khusus pada tanaman kemuning.

Maka dari itu, kita perlu melakukan pemupukan terhadap tanaman tersebut. Karena dengan pemupukan dapat membantu mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah.

Pemupukan dapat dilakukan dengan berbagai jenis – jenis pupuk, baik dengan pupuk organic maupun dengan pupuk non organic.

Jika pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang maka sebaiknya dilakukan dalam 3 bulan sekali.

Namun jika pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia, maka dapat dilakukan pemupukan sebulan sekali dengan NPK atau dengan jenis pupuk perangsang daun lainnya.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit


Selain perawatan dan pemupukan seperti yang telah dijelaskan diatas, tanaman bonsai kemuning juga harus mendapat penanganan khusus agar tidak rusak dan mati akibat terserang hama dan penyakit.

Untuk tanaman kemuning, biasanya yang menjadi hama utamanya adalah penggerek batang. Pengendalian jenis hama yang satu ini agak sukar dilakukan karena dia berada di dalam batangnya.

Efek dari serangan hama ini adalah batang atau cabang pohon menjadi mati layu karena bagian kambiumnya terputus akibat dimakan hama tersebut.

Jika kita dapat mengetahui bonsai kemuning telah terserang hama ini, maka tindakan yang bisa kita lakukan adalah menyemprotkan insektisida pada bagian yang ada penggereknya.

Namun jika cabang sudah terlanjur layu, maka kita bisa memotong bagian yang layu akibat hama tersebut agar hama tidak segera menyebar kebagian pohon yang lain.

Selain hama, jamur juga sering mengganggu pertumbuhan bonsai kemuning. Jamur banyak menyerang bagian akar pohon kemuning, karena bagian ini adalah bagian yang lembab dan jamur sangat suka berkembang biak didaerah yang lembab.

Maka pengendalian jamur ini dapat kita lakukan dengan melakukan penyemprotan pada media tanam menggunakan fungisida.

Sebagai langkah pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit ini, sebaiknya kita melakukan tindakan preventif dengan melakukan penyemprotan rutin sebulan sekali.

Cairan buat penyemprotan merupakan campuran dari pupuk daun, insektisida, dan fungisida. Cara ini lebih baik dilakukan daripada harus menunggu bonsai kemuning tersebut lebih dahulu terserang hama dan penyakit.