Perawatan dan Pemeliharaan Bonsai Santigi

Share:
Jika Anda ingin menghasilkan bonsai santigi yang berkualitas, tentunya tidak cukup hanya dengan menunggu saja.

Akan tetapi Anda juga harus memberikan perawatan yang maksimal terhadap tanam Anda tersebut.

Adapun teknik perawatan tanaman agar tanaman santigi menjadi bonsai yang berkualitas diantaranya adalah;


1. Pemangkasan


Melakukan pemangkasan rutin, bisa dengan mencabut daun-daun yang telah menguning.

Selain pemangkasa pada dahan pemangkasan pada bagian akar juga harus lakukan. Hal ini bertujuan seperti halnya yang telah dijelaskan diatas.

2. Mengganti Media tanam


Menganti media tanam atau repoting, Anda perlu mengganti media tanam atau repoting pada bonsai santigi Anda minimal 1 tahun sekali.

Hal ini dilakukan agar pertumbuhan tetap terjaga kesuburannya.

3. Pemupukan


Untuk mendapatkan bonsai yang berkualitas bagus, Anda juga perlu memberikan nutrisi tambahan atau obat perangsang pada tanaman Anda.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pemupukan secara berkala dengan kadar yang disesuaikan.

Pemupukan ini juga sangat penting untuk membantu merangsang pertumbuhan dahan dan daun.

Akan tetapi, proses pemupukan tidak bisa dilakukan secara rutin dan terus menerus, karena hal ini bisa menyebabkan akar bonsai santigi menjadi rusak dan tentu akan menghambat pertumbuhannya.

Anda bisa mengunakan jenis pupuk kandang atau bisa juga memakai pupuk kimia yang mengandung senyawa nitrogen, fosfor, kalium, belerang, dan juga magnesium seimbang.

4. Penyiraman


Anda juga harus memperhatikan tingkat kelembaban media tanam. Jangan sampai terlalu lembab sehingga akan mengakibatkan akar tanaman menjadi busuk dan mati.

Tanaman yang mirip dengan cemara ini bukanlah tipe tanaman yang membutuhkan kadar air yang banyak.

Sehingga proses penyiraman tanaman bonsai santigi sebaiknya Anda lakukan cukup 2 hari sekali.

5. Pencegahan Hama dan penyakit


Proses perawatan terakhir yang perlu Anda lakukan adalah pencegahan hama dan penyakit.

Meskipun tanaman santigi ini termasuk tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Akan tetapi sebaiknya Anda perlu melakukan tindakan pencegahan agar tanaman Anda terhindar dari gangguan hana penyakit.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida yang bisa dicampur dengan insektisida.