Cara Membuat Bonsai Lohansung

Share:
Untuk membuat tanaman bonsai lohansung yang indah, maka anda harus melakukan beberapa proses-proses dan tahapan-tahapan berikut ini;


1. Bakalan Bonsai


Pertama, menyiapkan bibit atau bakalan tanaman lohansung yang akan dijadikan bonsai.

Untuk mendapatkan bakalan lohansung, anda bisa mendapatkannya dengan membeli atau memesan ditempat penjualan tanaman hias, baik secara langsung atau via online.

Masalahnya adalah tanaman ini untuk Indonesia tergolong masih jarang, oleh karena itu kemungkinan besar anda akan sedikit kesulitan untuk mendapatkannya.

Untuk itu anda bisa memesan langsung bibit tanam ini dari Jepang atau China. Namun mudah-mudahan anda bisa mendapatkannya di Indonesia.

Jenis bakalan pohon yang mampu berumur panjang ini biasanya berasal dari pencangkokan.

2. Media Tanam


Kedua, setelah anda mendapatkan bakalan bonsai yang diinginkan, maka selanjutnya adalah menyiapkan tempat atau media tanam bagi bakalan tersebut.

Media tanam yang dimaksud adalah wadah atau pot, untuk ukuran pot yang sesuai bagi bonsai ini, maka kami rekomendasikan ukuran pot yang mempunyai diameter sekitar 50-60 cm.

Wadah atau pot yang digunakan juga jenis pot dangkal yang memiliki kedalaman liang sekitar 15-20 cm.

Setelah tersedia pot yang sesuai, maka selanjutnya isi pot tersebut dengan media tanam berupa campuran dari tanah humus dan kompos atau bisa juga menambahkan pupuk kandang.

Tips; sebaiknya media tanam untuk bonsai ini sudah anda persiapkan beberapa minggu sebelum pemindahan bakalan bonsai ke dalam pot.

Hal ini bertujuan agar kandungan tanah tempat penanaman tersebut telah tercampur merata. Selain itu tekstur media tanamnya juga tidak terlalu gembur sehingga bagus untuk tanaman.

3. Memindahkan Bonsai ke Media Tanam Baru


Ketiga, setelah bakalan dan media tanam bonsai lohansung telah siap, maka kita bisa melakukan pemindahan bakalan untuk ditanam didalam pot.

Kemudian letakkan tanaman ini ditempat yang agak terbuka agar mendapat sinar matahari langsung.

Lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari agar merangsang pertumbuhan lohansung lebih cepat.

Proses selanjutnya ialah menunggu tanaman indah ini agar tetap tumbuh dan berkembang hingga siap untuk didesain menjadi bonsai.

Lama waktunya berbeda-beda, sesuai dengan asupan nutrisi yang didapatkan serta perawatannya.

4. Membentuk dan Mendesain Bonsai


Keempat, jika tanaman lohansung terlihat telah tumbuh sempurna yang ditandai dengan banyaknya cabang dan daun yang tumbuh.

Maka kita bisa memulai proses pembentukan bonsai.

Caranya ialah siapkan beberapa kawat yang berdiameter kira-kira 3 mm dengan panjang 50 cm sampai dengan 1 meter.

Kawat ini kemudian kita kaitkan salah satu ujungnya pada bagian sisi pot. Sedangkan ujung yang satunya kita gunakan untuk melilit bagian batang atau cabang yang ingin kita bentuk.

Cari bagian-bagian cabang yang ingin anda sesuaikan bentuknya, kemudian lilitkan kawat tersebut.

Jika telah terlilit sempurna selanjutnya kita putar atau kita bengkokkan cabang yang telah terlilit tersebut dengan hati-hati kerah yang kita inginkan. Begitu juga dengan proses selanjutnya.

Biarkan bagian cabang yang terlilit hingga beberapa waktu sampai kita yakin cabang tersebut tidak bisa kembali lagi kebentuknya semula ketika lilitan kawat dilepaskan.

5. Pelilitan Kawat


Kelima, selain melakukan peliitan kawat, proses selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan pemangkasan terhadap daun atau ranting.

Proses pemangkasan ini harus rutin kita lakukan agar tanaman bisa kita pertahankan dalam bentuknya yang kecil.

Karena jika kita biarkan saja, maka tanaman tersebut akan tumbuh memanjang seperti bentuk alaminya dan tanamn bonsai yang kita inginkan tidak akan pernah terbentuk.

Jika anda menginginkan baik bentuk daun, bunga atau buah tanamannya semakin kecil maka sesekali lakukan penggundulan total terhadap daunnya.

Sebab dengan penggundulan daun maka daun baru yang muncul akan memiliki bentuk yang lebih kecil.

6. Perawatan Bonsai


Keenam, Salah satu factor penunjang agar tanaman bonsai lohansung yang dihasilkan sempurna adalah perawatan.

Karena percuma saja kita lakukan tahapan-tahapan seperti yang telah dijekaskan jika tanaman tersebut kita biarkan saja pada akhirnya.

Untuk jenis perawatan yang bisa kita lakukan diantaranya adalah sebagai berikut;

a. Pemupukan


Pemupukan, tanaman bonsai anda harus mendapat asupan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh sehat.

Oleh karena itu lakukan pemupukan secara rutin secukupnya. Artinya jangan terlalu jarang juga jangan terlalu sering. Sebab keduanya memiliki konsekwensi yang sama yaitu merusak tanaman.

b. Penyiraman


Penyiraman, untuk tanaman bonsai jenis ini, kami sarankan sebaiknya penyiraman dilakukan dengan intensitas 2 kali sehari pada pagi dan petang.

Pencegahan hama dan penyakit, selain pemupukan dan penyiraman, tanaman bonsai anda terkadang rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang biasanya akan merusak bentuk batang atau daunnya.

Oleh karena itu, anda perlu secara rutin melakukan tindakan pencegahan dengan menyemprotkan obat anti hama dan penyakit pada bonsai lohansung anda.

Namun jika tanaman bonsai telah terserang hama atau penyakit, tindakan yang bisa anda lakukan adalah melakukan penyemprotan atau dengan memotong serta membuang bagian-bagian yang terserang.