6 Langkah Cara Membuat Bonsai Beringin

Share:
Pohon beringin yang besar dan kokoh ternyata bisa kita jadikan bonsai yang mini dan indah serta tidak kalah menariknya dengan beringin versi aslinya. Keindahan bonsai beringin tidak perlu diragukan lagi, terbukti dengan banyak pencari bonsai jenis ini.

Banyaknya pemburu bonsai beringin membuatnya diharga dengan harga yang cukup. Namun jika kita memang benar-benar berniat untuk memilikinya maka kita bisa menanam dan membuatnya sendiri di rumah.

Kenapa harus beli jika kita bisa membuatnya sendiri? Dengan begini kita bisa menikmati keindahan bonsai beringin yang indah tapi dengan harga yang lebih murah dna tentunya akan menghadirkan kepuasan tersendiri bagi yang membuatnya.


Langsung saja, berikut ini adalah tahap-tahap sederhana dalam membuat bonsai beringin di rumah.

1. Persiapan


Dalam tahap ini ada bebrapa hal yang perlu kita siapkan diantaranya adalah: siapkan bibit atau bakalan beringin yang memiliki bonggol besar, kemudian siapkan pola yang sesuai dengan selera.

Siapkan pot sebagai media pertumbuhan beringin tambahkan media tanam dengan nutrisi cukup. Selanjutnya siapkan kawat dengan ukuran 3mm stainsteel, terakhir gunting atau pangkas cabang pohon yang dianggap tidak perlu.

2. Media Tanam


Dalam tahap ini, kita fokuskan pada tahap pembentukan batang. Untuk mencapai tujuan kita maka bonsai beringin tidak boleh mendapatkan nutrisi tanah yang berlebih.

Maka dari iru, sebaiknya media tanam yang digunakan diambil dari struktur tanah yang padat dan minim unsur hara. Kita bisa menggunakan tanah dengan ditambah sedikit kerikil.

3. Perawatan Bakalan Bonsai


Pada tahap ini, bakalan bonsai melakukan adaptasi terhadap media tumbuh baru yang kita sediakan. Proses adaptasi sendiri biasanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 minggu.

Selama proses adaptasi jangan berikan pupuk, biarkan akar bakalan bonsai beradaptasi secara alami. Agar pertumbuhan maksimal, letakkan bonsai di lahan yang tidak terkena matahari secara langsung.

4. Pemangkasan Dahan


Pemangkasan pada tahap ini berguna untuk memangkas dahan-dahan yang tidak sesuai pola yang kita inginkan. Selain itu, pemangkasan akan membuat bakalan bonsai lebih rapih serta merangsang bakalan untuk memperbaiki luka pada pemangkasan. Sehingga akan membentuk batang dan dahan yang kekar dan terkesan tua.

5. Membentuk Pola


Dalam tahap ini kita membutuhkan kawat stainsteel untuk membntuk bonsai. Fungsi kawat pada pembentukan bonsai adalah untuk menahan dahan agar tidak bergerak dan membentuk sesuai dengan pola yang kita inginkan.

Lamanya waktu pembentukkan tidak bisa ditentukan, kawat hanya akan dilepas jika kita sudah memperoleh pola yang kita harapkan. Untuk memeproleh hasil yang maksimal dalam membentuk pola, kita hars tahu cara dan teknik pemasangan yang baik.

Langkah pertama, melilitkan kawat secara melingkar mulai dari pangkal dahan sampai ujung dahan. Saat proses pelilitan kawat kita harus melakukannya dengan sangat hati-hati agar dahan tidak patah. Gunakan tang agar memudahkan kita dalam melilitkan kawat sehingga pekerjaan kita terlihat rapih.

Dalam tahap ini, kita tidak perlu ragu untuk melilitkan kawat pada dahan karena bekas kawat pada bakalan bonsai akan membentuk guratan-guratan yang indah ketika bonsai sudah besar nanti. Kita bisa melepas kawat setelah kawat terlihat nyaris tenggelam dalam batang bonsai.

6. Pemupukan


Langkah selanjutnya dalam membuat bonsai adalah melakukan pemupukan. Pemupukan merupakan perlakuan standar yang biasa dilakukan dalam merawat berbagai macam tanaman. Hanya saja dalam pemupukan bonsai membutuhkan takaran dan konsentrasi pupuk yang sesuai dengan anjuran serta tidak boleh berlebihan.

Pupuk yang dibutuhkan dalam proses ini adalah nitrogrn, fosfor dan potassium. Ketiga pupuk tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bonsai.