Cara Penanaman Bonsai

Setelah mendapatkan bakalan bonsai dan pot yang cocok untuk bonsai tersebut, maka dapat disiapkan langkah penanaman bonsai di dalam pot. Adapun langkah-langkah cara penanaman bonsai yaitu sebagai berikut:

1. Siapkan terlebih dahulu peralatan dan media atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penanaman bonsai seperti tanah, bahan pelancar siraman (batu kerikil, serabut kelapa, pecahan bata, ijuk atau kawat kuningan serta bahan lainnya yang dapat melancarkan jalannya air). Bahan pelancar siraman berfungsi agar tanah di dalam pot tidak akan terbawa oleh air siraman yang berlebihan dan mengalir ke luar melalui lubang pada pot.

 
Gambar 1 Peralatan (kiri) yang digunakan untuk penanaman bonsai dan pot yang telah dilubangi (kanan)
 
Gambar 2 Menyiapkan media (tanah) atau bahan-bahan untuk penanaman bonsai

2. Letakkan bahan pelancar siraman (batu kerikil, pecahan pot, pecahan genteng atau bata) pada bagian paling bawah yaitu sebanyak seperempatnya. Ukuran pecahan-pecahan tersebut tergantung dari besar kecilnya pot yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan tersumbatnya lubang pada pot dan untuk memperlancar pembuangan air siraman yang berlebihan. Untuk daerah tropis seperti Indonesia yang penguapannya tinggi, bahan pelancar siraman diberikan sedikit saja. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kelembapan seperti yang diinginkan tanaman. Pada daerah subtropis biasanya bahan pelancar siraman diberikan lebih banyak.

 
Gambar 3 Meletakkan bahan pelancar siraman pada bagian paling bawah

3. Tambahkan sedikit tanah yang cocok untuk bakalan bonsai pada bagian atas dari bahan pelancar siraman.

 
Gambar 4 Penambahan sedikit tanah pada bagian atas dari bahan pelancar siraman

4. Kemudian siapkan bakalan bonsai yang akan ditanam. Akarnya (akar tunggang atau akar lainnya) yang terlalu banyak dikurangi. Hal ini disesuaikan juga panjang dan lebar akar dengan pot tempat bonsai akan ditanam. Tujuan dari memotong akar tunggang yaitu selain supaya tanaman bonsai dapat ditanam di dalam pot yang dangkal, juga agar bonsai tidak tumbuh tinggi dan supaya merangsang pertumbuhan akar-akar cabang dipermukaan. Cara memotong akar kecuali akar yang halus yaitu sebaiknya selalu miring agar permukaan lukanya lebih luas sehingga dapat menyerap air lebih banyak.

 
Gambar 5 Memotong akar bakalan bonsai yang terlalu banyak

5. Aturlah posisi bakalan bonsai agar pas dengan pot. Kemudian tambahkan tanah pada ruang di sekeliling bonsai agar bonsai dapat berdiri pada pot secara baik. Penambahan tanah dilakukan sedikit demi sedikit dengan sekop atau sendok kebun. Usahakan agar seluruh sela-sela akar terisi tanah sehingga tidak terdapat kantong-kantong udara yang kelak dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Caranya yaitu dengan menusuk-nusukkan sebatang bambu sebesar sumpit (chopstick) di antara sela-sela akar. Padatkan tanah di dalam pot dengan cara menekan tanah dengan ujung jari atau telapak tangan. Media yang kurang padat akan turun jika terkena air siraman sehingga posisi bonsai yang telah diatur berubah. Perlu diperhatikan bahwa pangkal batang bonsai beserta permukaan tanah di sekelilingnya harus terletak lebih tinggi daripada pinggiran pot. Akan tetapi, di bagian pinggiran pot tanah harus lebih rendah daripada bibir pot agar air siraman tidak tumpah ke luar.

 
Gambar 6 Mengatur posisi bakalan bonsai agar pas dengan pot dan menambahkan tanah pada ruang di sekeliling bonsai
 
Gambar 7 Menusuk-nusukkan sebatang bambu sebesar sumpit (chopstick) di antara sela-sela akar agar tidak terdapat kantong-kantong udara

6. Lakukan perawatan secara rutin pada bonsai yang baru ditanam. Penyiraman, pembasmian gulma, pemberantasan hama penyakit dan langkah perawatan lainnya harus dilaksanakan.

 
Gambar 8 Penyiraman pada bonsai