6 Langkah Mudah Membuat Bonsai Beringin

Share:
Bonsai Beringin – Membuat kebun dirumah merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Selain membuat rumah menjadi lebih indah, berkebun juga bisa menjadi sarana refreshing dari kegiatan yang membuat stres. Kebun bisa membuat rumah kita menjadi lebih nyaman, tumbuhan-tumbuhan yang menghasilkan oksigen akan membuat rumah kita menjadi lebih sejuk.


Membuat kebun juga harus memperhatikan ketersediaan lahan. Kamu harus menyesuaikan jenis tanaman yang bisa ditanam sesuai luas rumah kamu. Jika pekarangan rumah kamu kecil, namun kamu ingin memiliki berbagai jenis tanaman, kamu bisa menaruh tanaman bonsai.
Bonsai adalah menanam versi mini dari sebuah tanaman. Tanaman bonsai akan ditanam pada pot yang telah disesuaikan. Hanya beberapa jenis tanaman saja yang bisa dijadikan bonsai. Salah satu yang paling populer adalah bonsai pohon beringin. Pohon beringin yang besar dan tinggi itu ternyata bisa dibuat versi mini yang tidak kalah menarik dengan versi aslinya.
Harga bonsai memang sedikit mahal, namun jika kamu bisa membuatnya sendiri pastilah lebih murah dan bisa memuaskan diri sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat bonsai beringin.

1. Tahap Persiapan

Untuk memulai membuat bonsai beringin, kamu memerlukan beberapa persiapan. Pertama adalah bonggol beringin, pilihlah yang sudah lumayan besar dan polanya sesuai dengan selera kamu. Kemudian siapkan pot yang sesuai dengan bentuk bonsai. Siapkan media tanam untuk bonsai beringin. Sediakan kawat ukuran 3 mm dan gunting tanaman untuk proses pembuatan.

2. Membuat Media Tanam

Untuk proses pembentukan bagian batang, tanaman bonsai beringin tidak boleh mendapatkan nutrisi makanan yang berlebihan. Sehingga sebaiknya gunakan media tanam yang strukturnya padat dan memiliki sedikit unsur hara. Misalnya gunakan tanah dan sedikit kerikil/batu-batu berukuran kecil.

3. Membentuk Pola

Pola bonsai dibentuk menggunakan kawat stainless steel berukuran minimal 3 mm. Kawat ini berfungsi untuk menahan dahan dan membentuknya ke pola tertentu. Lama pembentukan pola adalah tidak tentu, kawat boleh dilepas ketika kamu sudah mendapatkan pola yang kamu inginkan.
Untuk membuat pola yang bagus, kamu harus tahu cara pemasangan kawat yang benar. Caranya adalah dengan melilitkan melingkar dari pangkal dahan hingga ujung dahan. Untuk menjaga dahan agar tidak patah, kamu harus berahati-hati ketika proses pemasanganya. Gunakan bantuan tang untuk memudahkan kamu dalam melilitkan kawat.
Dalam melilitkan kawat, kamu tidak perlu ragu untuk membuatnya menempel kencang dengan dahan. Biasanya bekas kawat itu akan menjadi hiasan yang bagus ketika bonsai membesar.

4. Pemupukan

Langkah keempat ini sebenarnya merupakan standar yang harus dilakukan untuk merawat setiap jenis tanaman. Sama seperti halnya tanaman lain, bonsai harus diberi pupuk dengan takaran yang sesuai, tidak perlu berlebihan. Unsur-unsur yang harus ada dalam pupuk adalah nitrogen, fosfor dan potassium. Ketiga unsur tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan bonsai.

5. Perawatan

Pada fase awal, bonsai haru melakukan adaptasi ketika berpindah dari media tanam satu ke media tanam lain. Proses adaptasi itu biasanya berlangsung antara 2 sampai 3 minggu. Selama waktu itu jangan gunakan pupuk, biarkan akar pulih dan telah beradaptasi. Letakkan bonsai pada area yang tidak terkena cahaya secara langsung.

6. Pemangkasan

Sebelum masuk kedalam pot, sebaiknya pangkas akar bonsai. Hal ini dilakukan untuk menjaga akar bonsai agar tidak tumbuh secara berlebihan. Jika dibiarkan, akar bonsai dapat menguasai pot dan membuat area media tanam menjadi berkurang.
Pemangkasan juga harus dilakukan pada daun bonsai. Pemangkasan yang berkala dapat membuat bonsaimu akan terlihat cantik dan rapi.