5 Cara Mudah Merawat Tanaman Bonsai dengan Baik

Share:
Apakah kamu tau tanaman yang tumbuhnya tidak tinggi alias cebol? Tanaman pendek ini dikenal dengan nama bonsai. Nah, bonsai adalah pohon yang memang sengaja dikerdilkan. Tujuannya adalah untuk membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan sudah tua di alam bebas.


Istilah bonsai sendiri juga digunakan di Jepang untuk seni tradisonal dalam pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal. Selain itu di Jepang, bonsai diapresiasi dari keindahan bentuk daun, dahan, batang dan akar pohonnya. Bahkan, pot yang digunakan untuk wadah bonsai juga menjadi kriteria bonsai itu dianggap bagus atau tidak.
Untuk membuat tanaman bonsai yang baik dan bagus, perlu dilakukan perawatan yang baik juga. Berikut ini adalah beberapa cara untuk merawat tanaman bonsai agar tetap terjaga keindahannya.

1. Penggantian Pot

Bonsai ditanam dalam pot yang dangkal, sehingga harus selalu dilakukan penggantian pot. Hal ini bertujuan utnuk mendorong pertumbuhan akar baru.
Jika akan mengganti pot yang digunakan untuk menanam bonsai, pilihlah pot yang ukurannya lebih besar. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi pertumbuhan bonsai.
Pot juga harus memiliki lubang dibawahnya yang memungkinkan kelebihan air dapat mengalir keluar dari pot. Lubang ini berfungsi agar akar bonsai tidak terendam oleh air.

2. Penyiraman

Saat menyiram bonsai, usahakan jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur dan akar menjadi busuk.
Tapi, bonsai juga tidak boleh sampai kekeringan karena nanti bonsai bisa mati. Salah satu cara untuk memeriksa tingkat kelembaban adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam media tanam.

3. Penyiangan dan Pemangkasan

Penjemuran memang perlu dilakukan, tapi harus hati-hati karena jika terlalu banyak terpapar sinar matahari, bonsai malah bisa menjadi rusak.
Bonsai harus mendapatkan perlakuan yang tepat antara penyiraman, penjemuran di bawah sinar matahari dan pemangkasan, sehingga bonsai tetap memiliki kualitas yang baik dan sehat.
Selain itu, perlu juga dilakukan penyiangan, terutama jika ada gulma yang terlihat di media tanam. Untuk mencegah adanya gulma, disarankan untuk memberikan lumut di permukaan media tanam. Lumut hijau juga dapat berfungsi untuk indikator kelembaban media tanam.
Setelah itu kita juga harus memangkas batang, cabang, ranting dan daun bonsai. Hal ini dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Pemangkasan disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi dari bonsainya sendiri.
Jika pertumbuhan bonsainya tergolong cepat, pemangkasan dapat dilakukan sebulan sekali. Namun, jika tanaman bonsai pertumbuhannya lambat, pemangkasan cukup dilakukan dua atau tiga bulan sekali.

4. Pemupukan

Pemupukan tanaman bonsai ini harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Disarankan pemupukan dilakukan satu bulan sekali.
Pupuk yang bisa digunakan adalah NPK atau urea, sesuaikan dengan kebutuhan pohon bonsainya. Selain pupuk untuk tanamannya, berikan juga pupuk daun sebanyak tiga kali perbulan.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit pada tanaman bonsai harus segera dihilangkan. Jika tidak makan hama dan penyakit itu bisa menyebar dan akan merusak seluruh pohon bonsai.
Hama yang sering menyerang tanaman bonsai adalah ulat dan wereng cokelat. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan hama tersebut adalah dengan menyemprotkan insektisida.
Hewan peliharaan seperti kucing, ayam dan anjing juga bisa jadi hama untuk tanaman bonsai. Hewan-hewan tersebut bisa merusak tanaman bonsai dengan mencakar atau menginjak pohonnya.

No comments